Pemain Chelsea, Romeo Lavia, menjadi nama yang ramai diberitakan dalam kurun beberapa minggu terakhir. Namanya menjadi pusat pemberitaan terutama setelah ada beberapa orang yang beranggapan kalau pemain The Blues ini punya potensi yang sangat besar. Beberapa pengamat dan mantan pesepakbola Inggris sampai membandingkan kemampuan yang dia tunjukkan dengan pemain elite lain seperti Rodri. Potensi besar yang dia miliki sekarang jika berada di bawah asuhan dan arahan yag tepat berpotensi membuatnya bisa mencapai level wahid termasuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or.
Potensi Besar dalam Diri Romeo Lavia
Penggemar Chelsea harus bersiap untuk menghadapi kejutan yang luar biasa dalam beberapa tahun ke depan. Kejutan ini bukan lagi sesuatu yang asing karena secara kemampuan, Chelsea sudah bisa dikatakan berada di level yang sama dengan beberapa klub besar lain dari Inggris. Pemain mereka memiliki kemampuan yang berada di level yang setara dengan klub-klub besar seperti Arsenal, Manchester City, sampai Liverpool. Maka ketika nama salah satu pemain mereka dari bagian tengah, Romeo Lavia, muncul sebagai salah satu kandidat pemenang penghargaan Ballon d’Or, kabar ini mendatangkan dua makna. Kabar ini pantas membuat penggemar Chelsea merasa bangga karena kualitas pemain mereka akhirnya diakui. Tapi di saat bersamaan, kabar ini juga memastikan kalau pembinaan pemain di Stamford Bridge berjalan dengan sangat baik sesuai harapan dan rencana mereka.
Memang sampai sekarang belum ada informasi resmi dari penyelenggara Ballon d’Or kalau nama pemain Chelsea tadi telah resmi masuk sebagai kandidat pemenang. Tapi dengan kemampuan yang dia miliki, mulai datang dukungan dari beberapa pengamat untuk pemain ini bisa mendapatkan penghargaan bergengsi tadi.
Dunia punya alasan untuk memberi perhatian khusus kepada pemain Stamford Bridge tadi. Di awal, pemain kelahiran Belgia ini sempat menjalani periode yang cukup sulit di Stamford Bridge. Dia harus berjuang lebih keras dari pemain yang lain karena sempat harus berurusan dengan beberapa masalah cedera. Tapi musim ini perkembangannya sudah jauh lebih baik. Dia berhasil menunjukkan kepada pelatih dan semua penggemar mereka kalau perkembangannya sudah jauh lebih signifikan.
Perkembangan ini yang kemudian membuat banyak pengamat mulai menaruh rasa percayakepadanya. Mulai ada pengamat yang menyebut kalau pemain Chelsea ini memiliki kualitas untuk menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Dia dipandang punay potensi besar untuk menjadi salah satu pemain gelandang andalan di level dunia. Tapi pencapaian ini bukan suatu hal yang akan bisa diraihnya dengan begitu saja. Dia hanya akan bisa mencapai level seperti ini kalau bisa mempertahankan permainan sekaligus kondisi fisiknya untuk tetap prima seperti sekarang.
Akui Potensi Besar Romeo Lavia
Mantan pelatih Anderlecht dan Gent, Hein Vanhaezebrouck, turut memberi dukungan kepada pemain Chelsea tadi. Dia menyebut tak ada alasan untuk merasa ragu dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki pemain tadi. Dia menyorot secara khusus perkembangan yang dialami pemain tadi sejak pertama bergabung menajdi pemain di Stamford Bridge.
Riwayat transfernya menunjukkan kalau pemain ini bergabung dengan Chelsea setelah meninggalkan Southampton pada tahun 2023. Chelsea waktu itu berhasil mengamankan transfernya setelah mencapai kesepakatan pembayaran senilai 58 juta poundsterling kepada Southampton. The Blues menaruh harapan cukup besar kepadanya waktu itu. Seperti pemain yang lain, mereka berharap untuk bisa langsung mendapatkan permainan luar biasa dari punggawa terbarunya. Tapi yang terjadi justru tantangan demi tantangan. Pemain ini terus bergulat dengan masalah fisik untuk bisa mempertahankan kondisi tubuhnya. Terpantau pemain ini telah 11 kali mengalami cedera yang membutnya harus absen. Jumlah 2 digit ini sampai memaksanya untuk absen selama 624 hari secara total sejak hari pertama pindah ke London utara.
Jumlah absen sebanyak ini menjadi tantangan besar yang harus dia hadapi. Tapi bukan berarti kalau masalah ini langsung membuatnya kehilangan sebagian besar waktu tampil. Justru dengan usia yang sudah menginjak 22 tahun pada tahun ini, Romeo Lavia sudah bisa mendapatkan 2144 menit waktu tampil yang tersebar ke dalam 48 pertandingan di semua kompetisi pada musim lalu. Sedangkan untuk musim ini, dia sudah terbang dalam 5 pertandingan di semua kompetisi mereka. Kondisi ini menyiratkan pesan penting. Cedera memang sempat menjadi masalah serius yang menodai perjalanan karirnya. Tapi sekarang kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik dan stabil. Perkembangan ini membuatnya mulai dipandang sebagai bagian penting dalam strategi dan rencana tim nasional Belgia untuk masa depan.
Romeo Lavia tampil bersama mereka dalam 4 pertandingan di Liga Antarbangsa UEFA. Penampilannya bersama mereka di semua pertandingan ini berkontribusi dalam pujian yang diberikan publik kepadanya. Dalam kesempatan terpisah, mantan pelatih Gent tadi mengatakan kalau seorang pemain dengan pengalaman di Liga Primer sudah mengetahui hal ini dengan jelas. Romeo Lavia adalah seorang pemin fenomenal. Dia adalah salah satu pemain gelandang terbaik yang ada di dunia saat ini, tapi kalau dia tetap bisa berada dalam kondisi tubuh prima.
Vanhaezebrouck sampai tak sungkan untuk membandingkan pemain gelandang Chelsea tadi dengan Rodri. Dia menegaskan kalau publik sering menganggap Rodri sebagai seorang pemain yang bisa mendikte tempo permainan. Dia seorang pemain yang tak pernah kehialngan bola dan selalu bergerak ke depan. Kemampuan seperti ini juga bisa ditemukan dalam diri Romeo Lavia. Dia kemudian memberi dukungannya kepada pemain Chelsea tadi untuk mencapai level prestasi tertinggi bagi seorang pemain sepakbola. Dia menyebut kalau pemain tadi bisa tetap bertahan prima, dia akan menjadi seorang pemain yang bisa mencapai level prestasi itu. Dia memiliki semua kriteria yang diperlukan: kemampuan bermain yang hebat, penguasaan bola, dan titik gravitasi bermain yang rendah yang membantunya untuk bisa mempersembahkan hasil terbaik.
Menanti Harapan Besar Terwujud
Tentang peluangnya untuk menjadi juara di Ballon d’Or, dukungan tadi memang memberikan pesan yang sangat penting. Tapi kemungkinan dia memenangkan penghargaan bergengsi ini masih bisa dianggap akan sangat sulit untuk dicapai setidaknya utnuk saat ini.
Ada banyak hal positif yang bisa dipuji atas permainannya. Pengamat memberi catatan positif tentang geraknya di tengah lapangan, penguasaan bola, dan kemampuan untuk terus bergerak ke depan. Deskripsi mantan pelatih Gent tadi menempatkan dirinya sebagai pemain kelas dunia, sebuah pengakuan akan kemampuan elite yang dia miliki.
Tapi Chelsea masih punya banyak pemain lain yang saat ini jauh lebih kuat dan berpengalaman kalau bicara tentang pengyhargaan ini. Cole Palmer sudah lebih dulu mengembangkan prestasiya sebagai penyerang berbakat mereka. Sedangkan Morgan Rogers juga punya potensi untuk menajdi pemain bintang mereka. Bahkan untuk saat ini, bagi nama-nama tadi, memenangkan Ballon d’Or tetap tugas yang sangat sulit.
Romeo Lavia tak perlu diragukan akan menjadi pemain kelas dunia kalau dia bisa menyelesaikan tantangan terbesarnya. Dia harus bisa mengatasi masalah cedera yang selama ini menghantui perjalanan karirnya. Tapi ada perbedaan yang sangat besar antara mencapai level permainan kelas elite dan benar-benar bisa membawa pulang penghargaan tadi. Sebelum dia bisa mencapai level panggung yang sama yang pernah beberapa kali dikuasai oleh Lionel Messi, dia harus bisa membuktikan semua kendala tadi hanyalah bagian dari masa lalunya.