Manchester United Pecahkan Rekor Negatif

Manchester United terus melaju di minggu-minggu awal musim yang baru. Tapi langkah yang mereka ambil tak cukup untuk meyakinkan penggemar kalau klub ini sedang berada di jalur yang tepat. Carrick mungkin adalah orang yang tepat untuk mengarahkan tim ini untuk mengatasi masalah mereka di musim sebelumnya. Tapi sekarang publik penasaran dengan hasil yang akan mereka dapatkan dengan pelatih baru ini. Hasil yang mereka dapatkan dari beberapa minggu terakhir justru membuktikan ada masalah serius yang bisa terjadi dengan klub ini.

Hasil Buruk Warnai Permainan Manchester United

Semua orang yang berada di balik manajemen dan pengaturan arah klub di Old Trafford harus waspada tinggi. Kalah dari Brighton & Hove Albion dengan skor 3-2 tak bisa dianggap enteng. Kekalahan ini bukan tentang kekalahan biasa. Kalah dari Brighton & Hove Albion di kesempatan ini menjadi kekalahan pertama mereka saat dua tim bertanding di Old Trafford selama puluhan tahun terakhir ketika mereka sudah lebih dulu unggul 2 gol. Terakhir kali mereka kalah seperti ini adalah pada tahun 1976.

Setan Merah menyambut lawan mereka, Brighton & Hove Albion, dengan penuh percaya diri pada beberapa waktu yang lalu. Mereka percaya penuh kalau pertandingan di putaran ketiga Piala EFL akan menjadi momen yang bisa mereka kuasai dengan mudah dan cepat. Tapi semua kepercayaan diri ini kemudian runtuh. Harapan untuk bisa menjadi pemenang berbalik arah dengan cepat. Semua pemain mereka akhirnya harus menanggung malu yang sangat besar ketika justru mereka kalah dari lawan yang posisi kekuatannya beda jauh dengan tim ini.

Setan Merah memang harus merasa malu dalam pertandingan ini. Penggemar mereka berharap kalau pertandingan ini akan berjalan dengan mudah ketika Old Trafford memimpin pertandingan usai lebih dulu mencetak 2 gol lebih awal. Dua gol menjadi bukti ketajaman permainan mereka ketika lahir di 10 menit pertama. Serangan yang dibangun oleh Shea Lacey dan Mason Mount membuktikan koordinasi tingkat tinggi para pemain Setan Merah. Dua gol yang terlahir dalam periode singkat membuat penggemar dan bahkan pengamat yakin kalau pertandingan ini akan berbuah manis bagi mereka.

Hasil Buruk bagi Manchester United

Tapi pertandingan ternyata mulai bergerak ke arah yang mereka tidak inginkan. Charalampos Kostoulas dari Brighton & Hove Albion menjadi pemantik semangat pemain Brighton yang lain. Dia mencetak gol pertama bagi tim tamu hanya beberapa saat sebelum wasit menyatakan babak pertama berakhir. Para pemain Brighton mulai bangkit setelah mereka mendapatkan gol pertama ini. Mereka mulai membangun serangan terkoordinasi untuk mematahkan harapan Setan Merah menang. Berkat kerjasama yang aik, Maxim de Cuyper dan Pascal Gross masing-masing berhasil mempersembahkan 1 gol atas nama diri sendiri. Total merkea mencetak 3 gol dalam pertandingan ini. Sementara lawannya yang sempat memimpin di awal tak bisa mencetak gol tambahan.

Keputusan wasit jelas. Brighton menjadi pemenang dalam pertandingan ini. Kemenangan yang mereka dapatkan menjadi yang pertama dari tim tamu yang berkunjung ke Old Trafford dalam kondisi ketika Setan Merah sudah lebih dulu unggul. Terakhir kali hal semacam ini terjadi adalah pada 50 tahun yang lalu.

Ketika tim-tim lain mengejar rekor yang pantas mereka banggakan, Manchester United justru menunjukkan hal yang seharusnya mereka bisa hindari. Banyak pemain di skuad Michael Carrick punya masalah masing-masing yang harus merkea bereskan lebih dulu. Pemain-pemain seperti Kobbie Mainoo, Andrey Santos, dan Youri Tielemans masih sering mengalami kesulitan untuk bermain terutama kalau mereka sedang tidak mengendlaikan bola.

Kualitas pertahanan mereka juga mulai menunjukkan tanda-tanda rentan. Tim ini memang sudah memiliki beberapa pemain muda untuk membantu tugas di bagian ini. Manchester United punya Leny Yoro dan Ayden Heaven yang seharusnya bisa menjadi harapan mereka untuk mengisi tenaga bertahan menghadapi langkah lawan mereka. Tapi sampai sekarang para pemain muda tadi masih belum bisa menunjukkan kemampuan yang diharapkan dari mereka.

Masalah terus berkembang di bagian belakang. Lisandro Martinez dan Harry seharusnya bisa menjadi andalan mereka ketika pemain lain mengalami kesulitan. Tapi bahkan dua pemain ini sering tidak bisa bergerak dari posisi masing-masing. Masalah yang dihadapi Setan Merah semakin seirus ketika Marcus Rashford dan Matheus Cunha juga belum bisa mengerahkan permainan terbaik mereka. Pos striker kiri yang dipercayakan kepada mereka masih belum bisa memberikan gol dalam jumlah sebanyak yang diharapkan oleh Michael Carrick.

Mungkin harapan mereka satu-satunya terletak pada diri Bruno Fernandes. Pemain yang sekaligus bertugas sebagai kapten mereka ini memang bisa bermain dengan cukup baik. Performanya di awal musim ini juga bisa dikatakan cukup baik. Tapi mereka tidak bisa selalu mengandalkan permainannya. Usianya tahun ini sudah mencapai 32 tahun. Pada usia ini, banyak pemain mengalami kendala berkat performa mereka yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Kalau mereka belum bisa menemukan pemain pengganti yang bisa menggantikan perannya dengan cepat, klub ini berpotensi terjun ke dalam jurang kegagalan yang jauh lebih dalam.

Masa Depan Carrick Diragukan

Kondisi pelik yang sedang dihadapi oleh Manchester United saat ini membuat publik penasaran tentang hal persis yang terjadi di balik layar. Pemain baru mereka, Youri Tielemans, sampai didekati media untuk mencari jawaban dari pertanyaan penting ini. Media bertanya-tanya tentang jenis latihan yang dilakoni pemain Setan Merah. Menanggapi pertanyaan ini, dia mengungkap kalau mereka sebagian besar diminta untuk mengolah kemampuan masing-masing dalam menguasai bola. Fokus pelatihan mereka lebih sedikit mengarah pada pembangunan fisik masing-masing pemain.

Seperti tim yang lain, Piala Dunia memberi dampaknya sendir pada Manchester United termasuk strategi yang disiapkan Michael Carrick untuk tim ini. Tapi sampai sekarang belum bisa dipastikan tingkat pengaruh yang mereka terapkan pada strategi tim setelah belajari dari turenamen ini. Tapi ada satu hal yang jelas. Setan Merah harus mengakui ada kelemahan fundamental yang terjadi dalam diri mereka. Tim ini harus bergerak cepat untuk mencari tahu akar penyebab masalah mereka dan melakukan perubahan dengan segera terhadap setiap masalah tadi.

Manchester United tidak boleh membiarkan semua masalah mereka berlarut-larut. Kalau saja mereka terus bermain se buruk sekarang, tidak akan mengejutkan kalau pada akhirnya publik akan mengarahkan perhatian mereka kepada orang yang paling bertanggung jawab untuk mengatur strategi mereka. Publik akan memberi tekanan kepada pria yang dulu mereka percaya akan bisa membangkitkan kembali tim ini ke masa-masa kejayaannya. Publik akan kembali dihadapkan pada peristiwa ketika pelatih di Old Trafford harus kembali dibuat kecewa dengan situasi yang terjadi dalam tim ini.