Piala Dunia 2026 terus berjalan dengan banyak pertandingan luar biasa. Menjelang masuk ke babak 32 besar, semakin banyak kejutan yang terjadi di sana-sini. Tim-tim yang dulu diandalkan untuk bisa terus melaju sampai mencapai minimal babak 16 besar justru jatuh lebih awal dari dugaan. Tapi kompetisi ini tidak hanya tentang persaingan antarnegara. Kompetisi ini juga menjadi momentum dunia menyorot permainan para pemain dari berbagai negara. Seperti yang terjadi pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, ketika nanti Perancis vs Swedia bertemu, publik akan menyorot sosok berikutnya yang akan bersinar. Apakah Viktor Gyokeres dengan pengalamannya di Sporting Lisbon atau justru Alexander Isak? Atau mungkin nama baru yang akan muncul?
Menjelang Perancis vs Swedia
Swedia bisa saja memiliki keunggulan untuk menghadapi pertandingan mereka berikutnya melawan Perancis yang sedang dililit oleh masalah. Dua negara besar ini sama-sama punya pengalaman yang cukup panjang di Piala DUnia. Pertandingan mereka yang akan berlangsung di hari Selasa malam waktu setempat akan menjadi salah satu pertandingan yang sangat dinanti di babak 32 besar. Perancis memang punya pengalaman sebagai juara Piala Dunia, tepatnya di tahun 2018. Tapi pertandingan ini mungkin akan lebih berat ke sisi Swedia. Tapi disana, bukan Alexander Isak atau Viktor Gyokeres yang akan memainkan peran besar.
Di bawah komando dari Graham Potter, Swedia dipandang beberapa orang sebagai tim kuda hitam dalam pertandingan ini. Meski mereka melawan Les Bleus dengan semua pengalamannya sebagai juara Piala Dunia 2026, Swedia tetap mendapat dukungan luas untuk menang dalam pertandingan ini. Dukungan semakin emngalir luas setelah mereka berhasil mendapatkan hasil yang nyaris tanpa cela dalam perjalanan mereka menyisir fase penyisihan grup.
Tentang Perancis yang akan menjadi lawan mereka, Les Bleus hanya salah satu dari 3 negar ayang pernah memenangkan 3 pertandingan mereka di fase penyisihan grup. Hanya ada Argentina dan Meksiko yang bisa mencapai prestasi ini. Mereka juga terpantau masuk dalam barisan pencetak gol terbanyak di fase pertama kompetisi ini. Dalam catatan kami, Les Bleus berhasil membangun reputasi solid lmereka dengan 10 gol. Angka ini menempatkan mereka di level yang setara dengan Belanda dan Jerman.
Perjalanan Swedia
Lawan Perancis, Swedia mungkin tidak seberuntung Les Bleus. Merea harus berjuang keras untuk mencapai titik saat ini. Swedia berhasil mencapai titik sekarang dengan menempati peringkat 3 di Grup F. Mereka hanya bisa menjadi yang terbaik ketiga setelah harus merelakan tempat lebih atas kepada Belanda dan Jepang. Sempat berharap untuk bisa memberi hasil lebih besar, mereka tidak bisa berbuat banyak. Kalah memalukan dengan skor 1-5 dari Belanda membuat mereka mendapat pukulan yang sangat telak. Tapi kemudian, mereka bisa membalas rasa malu dengan dengan menahan imbang Jepang dengan skor 1-1 di pertandingan terakhir mereka di penyisihan grup.
Swedia paham kalau pertandingan ini tidak akan pernah mudah. Mereka akan berhadapan dengan tim yang secara kekuatan lebih unggul dari mereka. Mereka akan melawan Perancis yang dikenal memiliki pemaind epan yang sangat kuat. Kekuatan timnas Perancis didukung oleh pemain elite sekelas Michael Olise, Kylian Mbappe, sampai Ousmane Dembele. Bagi Swedia, mereka harus menghadapi pertandingan Perancis vs Swedia ini dengan kekuatan penuh. Mau tidak mau mereka harus bisa mengerahkan pemain dengan kemampuan paling tidak setara dengan Alexander Isak.
Peran Anthony Elanga di Perancis vs Swedia
Hanya saja, dengan pengalaman banyak yang dimiliki Perancis, Swedia harus memastikan kalau mereka bisa memberi kejutan kepada lawannya. Swedia bisa belajar dari pertandingan mereka sebelumnya. Pertandingan mereka melawan Jepang bisa digunakan sebagai pelajaran berharga. Dalam pertandingan ini, Anthony Elanga menunjukkan permainan yang brilian, sampai membuat mereka bisa menahan imbang salah satu kekuatan besar Asia. Mantan pemain tim nasional Swedia, Stefan Schwarz, berpandangan kalau pemain yang dibina di Newcastle United ini bisa menciptakan masalah serius untuk pertahanan Perancis. Situasi rentan di bagian paling belakang Les Bleus bisa dia manfaatkan dengan mudah untuk membuat mereka unggul.
Dari pengamatannya, dia melihat setiap langkah Perancis di Piala DUnia 2026. Kekuatan terbaik yang mereka miliki di turnamen ini juga sudah tersingkap. Menurutnya, kemampuan, irama, kekuatan, dan kemampuan emreka di bagian depan sangat istimewa dan bisa membuat masalah yang serius untuk bagian belakang. Mereka juga menurutnya memiliki pemain cadangan yang bisa mencederai permainan lawannya. Maka untuk Swedia, mereka harus mengembangkan permainan yang berfokus pada upaya bertahan di semua titk. Mereka harus bisa berkonsentrasi dan kuat serta mengerahkan semua tenaga untuk bisa menghadapi bagian depan Perancis.
Menurutnya juga, untuk Gyokeres dan Isak, mereka harus bisa bermaind engan kuat. Mereka harus bisa mengerahkan kemampuan fisik dan tenaga untuk menunjukkan kekuatan mereka demi menguasai bola dan memimpin pergerakan semua pemain yang lain. Dengan menemaptkan Elanga di bagian sisi, mereka bisa mengandalkan perannay sebagai pemain yang bisa menimbulkan masalah serius untuk pertahanan Perancis. Perannya akan sangat krusial untuk membantu Gyokeres dan Isak untuk mendapat kesempatan mencetak gol. Menurutnya dengan kondisi sekarang, langkah terbaik bagi timnas Swedia adalah menggunakan peluang yang mereka punya untuk membuat kesempatan agar bisa bertahan di kompetisi ini. Menurutnya hal semacam ini tidak mustahil untuk mereka lakukan. Swedia diperkuat pemain depan kelas elite, yang bisa mengeksekusi rencana ini dengan baik.
Untuk pertandingan mereka nanti, jawaban dari penantian penggemar mungkin memang akan bergantung pada Anthony Elanga. Perannya menjadi semakin besar setelah dia menampilkan permainan cemerlang saat menghadapi Jepang terakhir kali. Perannya semakin disorot ketika berhasil melakukan serangan ciamik, yang menjadi kedua kali untuk turnamen ini. Serangan ini dia lancarkan setelah turun dari bangku pemain cadangan, ketika dia mencetak gol penghibur mereka saat menghadapi Belanda.
Elanga hanya diberikan waktu satu menit untuk menghadapi teim nasional Tunisia. Tapi dia memastikan namanya dikenang pada hari pertandingan ketiga. Statistiknya menunjukkan kalau dia juga berhasil menyelesaikan 9 sprint dengan baik. Dia juga memenangkan 3 kali duel ketika berhadapan dengan pemain Belanda. Statistiknya menunjukkan kalau gelandang ini juga bisa membuat repot lawan mereka, khususnya ketika bertanding melawan Jepang. Dia melakukan 5 kali tendangan bebas. Dia juga bisa melancarkan serangan secara akurat ke gawang lawan dua kali selama 90 menit bermain.
Dengan perannya ini, Potter sampai sekarang masih belum memastikan namanya akan masuk atau keluar dari formasi yang akan mereka gunakan nanti. Namanya masih masuk dalam pertimbangan setelah mereka kehilangan Isak Hien yang harus absen karena mengalami cedera. Tapi segala perubahan yang akan dilakukan mantan pelatih Chelsea ini, kami berpandangan kalau meninggalkan Anthony Elanga tidak akan bisa memberikan mereka dampak positif.