Arsenal masih terus menghitung setiap langkah mereka di musim panas. Bursa musim panas kali ini memang sedikit berbeda. Dinamika tak terduga yang terjadi di sepanjang musim 2025/26 membuat musim panas tahun ini diwarnai dengan aksi dari banyak klub yang sama-sama bergerak agresif untuk mendapatkan pemain. The Gunners juga tak luput dengan rencana ini. Meski akhirnya penantian mereka selama 22 tahun terbayar dengan menjadi juara Liga Inggris, The Gunners masih memiliki banyak kesalahan fatal yang membuat mereka sampai harus gagal menang di Piala FA dan Liga Champions. Sekarang Mikel Arteta mencoba menebusnya dengan mencari pemain yang bisa membantu mereka untuk terbang lebih tinggi. Morgan Rogers dari Aston Villa seharusnya diharapkan untuk menjadi solusi dari masalah The Gunners di bagian depan. Tapi sekarang mungkin mereka harus mencari jawaban alternatif setelah Villa mengungkap angka mereka.
Arsenal Pilih Mundur dari Morgan Rogers
Arsenal mendapat petunjuk pemnting tentang pemain yang mereka incar. Sesuai arahan yang diberikan Mikel Arteta, The Gunners sudah mulai dari beberapa waktu lalu membuka pembicaraan dengan Aston Villa. Negosiasi dilakukan untuk mencari kemungkinan untuk menarik pemain depan mereka, Morgan Rogers, ke markas The Gunners. Pembicaraan sempat berjalan dengan positif. Aston Villa memberi kesempatan untuk pemainnya mencari tempat yang lebih baik dari sekarang. Tapi harapan The Gunners untuk menjadi tempat ini harus terpukul jauh. Mereka cukup terkejut ketika Aston Villa langsung mematok angka yang sangat besar untuk pemain asal Inggris ini.
Arsenal memang punya rencana sendiri untuk striker tadi. Rencana ini menempatkannya sebagai andalan mereka untuk menghadapi musim baru. Sejak awal, dengan rencana ini, mereka langsung menempatkannya sebagai prioritas untuk musim panas ini. Tapi sayangnya, kebutuhan mereka yang urgen tidak selaras dengan situasi di Aston Villa. Di sisi seberang, Villa paham kalau mereka tidak dalam kebutuhan urgen untuk melepas pemainnya. Kontraknya yang masih akan berjalan sampai paling tidak 5 tahun dari sekarang membuat mereka memiliki kendali besar ats pemain berusia 23 tahun ini.
Periode ini juga yang menjadi patokan penting bagi Aston Villa. Awalnya publik mengendus kalau mereka berharap kesepakatan bisa terjadi di angka 80 juta poundsterling. Tapi belakangan angka yang sebenarnya terungkap. Publik dibuat terkejut ketika Aston Villa meminta angka yang nyaris menyentuh 2 kali lipat. Dari bocoran internal, publik akhirnya mengetahui kalau Aston Villa hanya akan memberi persetujuan mereka kalau ada klub yang beranir membayar 130 juta poundsterling. Bagi Aston Villa, angka ini sepadan dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki pemainnya. Tapi bagi klub lain termasuk The Gunners, angka ini bukan sekadar nilai yang harus dibayar. Kalau angka ini dituruti begitu saja, nilainya berpotensi memecahkan rekor transfer pemain di Inggris paling tidak.
Patokan Tinggi dari Aston Villa
Aston Villa punya standar sendiri ketika memutuskan angka ini layak untuk mereka tempatkan kepada pemainnya. Sebelum keputusan ini diambil, emreka sudah lebih dulu melepas Elliot Anderson ke Manchester City. Kesepakatan antara dua tim tercapai setelah Manchester City sepakat untuk mengeluarkan dana 116 juta poundsterling dari kantong mereka. Tapi angka ini rupanya tak hanya berhenti sebagai kesepakatan mereka dengang Cityzens. Aston Villa juga menggunakan angka yang sama sebagai patokan untuk Morgan Rogers. Angka ini sangat fantastis sampai tim sekelas Arsenal tidak langsung mengeluarkan respon mereka. Publik sekarang menunggu tentang langkah mereka beirkutnya, antara bertahan di pendirian sekarang atau mengikuti permintaan Aston Villa.
Berencana Pertahankan Morgan Rogers
Angka yang besar ini wajar kalau kemudian membuat orang penasaran tentang langkah berikutnya yang akan diambil Mikel Artetea. Mantan gelandang Aston Villa, Robert Snodgrass, mencoba untuk beerbagi pandangannya kepada publik. Menurutnya, angka setinggi ini tidak akan banyak mengubah pendirian Arsenal. Mereka masih akan memandangnya sebagai salah satu kandidat penting yang layak untuk ditargetkan demi kinerja lebih baik di musim 2026/27.
Di depan publik melalui media, mantan pemain Aston Villa ini mengatakan kalau dia cukup yakin Aston Villa akan mempertahankan Morgan Rogers. Perannya akan sangat dibutuhkan karena Aston Villa harus mengukur setiap langkah mereka dengan presisi setelah mendapat porsi di Liga Champions. Mereka haru smemastikan semua pemain terutama dari barisan teratas bisa tampil demi memberi permainan terbaik bagi tim. Hasil yang cukup konsisten sampai paling tidak awal tahun membuat mereka percaya kalau pemain ini akan memainkan peran penting untuk mimpi besar nanti.
Semenjak mengembangkan reputasinya sebagai pemain di Eropa, pemain Aston Villa tadi memang sudah menjalani perjalanan yang panjang. Langkahnya bermula di Middlesbrough, tempat dia menimba pengalaman di Championship. Dia lalu terbang lebiht inggi dengan bergabung di Aston Villa. Di bawah arahan dari Unai Emery, dia terlibat dalam 125 pertandingan bersama mereka. Kemampuannya terbukti efektif dengan 60 gol yang mereka dapatkan darinya di semua turnamen.
Musim lalu kembali dia akhiri dengan hasil positif. Ada 55 pertandingan yang diberikan langsung Unai Emery. Seperti yang sudah-sudah, kemampuannya kembali teruji dengan 14 gol. Dia juga memberikan 12 asist untuk mereka. Gol ini membuat mereka mengakhiri musim sebagai juara Liga Eropa. Kemenangan ini sekaligus membuat mereka otomatis melaju ke Liga Champions. Sementara di jalur Liga Inggris, dia juga menunjukkan taringnya. Ada 10 gol yang berasal langsung dari tendangannya. Sementara asistnya untuk turnamen ini mencapai 7 kali.
Pencapaian seperti ini akan membuat orang secara wajar berharap akan ada hal luar biasa ketika dia akhirnay dipanggil untuk bergabung ke timnas Inggris. Tapi harapan besar untuk melihat sinarnya di Piala Dunia 2026 terganjal. Morgan Rogers masih mengalami kesulitan untuk mencetak gol atas namanya sendiri. Dia hanya bisa melakukan 1 asist. Dia juga gagal melakukan satu tendangan sekalipun ek arah gawang ketika mereka bertarung melawan Panama. Padahal dalam pertandingan ini, timnas Inggris kemblai berhasil membuktikan keunggulan mereka dengan unggul 2-0.
Kembali ke Arsenal, kebijakan The Gunners membuat mereka mengeluarkan dana lebih besar untuk rekrutmen sesuai arahan Arteta. Paling tidak mereka sudah menghabiskan 250 juta poundsterling di musim panas lalu. Semua dilakukan dengan harapan untuk bisa menjuarai Liga Inggris. Sayangnya, pengeluaran besar yang mereka lakukan tidak bisa diimbangi dengan penjualan pemain dengan skala yang sama. Mereka hanya bisa mendapat 14 juta poundsterling ketika melepas Alebert Sambi Lokonga, Oleksandr Zinchenko, Marquinhos, sampai Nuno Tavares.
Dengan pendapatan yang sangat minim, kalau mereka memang berencana untuk memecahkan rekor transfer Inggris, tapi tetap masih sejalan dengan kebijakan FFP dari FIFA, mereka mau tidak mau harus melepas beberapa pemain elite sekaligus. Sampai detik ini, penjualan Alex Oxlade-Chamberlain senilai 35 juta poundsterling ke LIverpool di tahun 2017 masih menjadi rekor mereka. Tapi kalau mereka bisa mendapatkan angka yang tepat, transfer keluar Leandro Trossard, Ben White, sampai Gabriel Martinelli bisa menjadi bala bantuan untuk mendanai proyek ambisius ini.