Piala Dunia 2026 mungkin menjadi jawaban dari penantian panjang Liverpool. Sejak paling tidak 2 tahun terakhir, klub legendaris Inggris ini berjuang untuk bisa membangun era baru, dengan peran minim atau tidak ada sama sekali dari pemain legendaris mereka. Setelah Virgil van Dijk meninggalkan Stadion Anfield, mereka menyusun proyek untuk membangun era yang baru tanpa peran sama sekali dari Mohamed Salah. Tapi tugas ini sulit karena artinya mereka harus menemukan pemain dengan kemampuan yang bisa mengisi kekosongan besar ini. Penantian selama bertahun-tahun tak berbuah. Tapi sekarang, ada satu pemain yang mungkin bisa menjadi jawaban penantian panjang ini: Haissem Hassan.
Kejutan Haissem Hassan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia kembali menjadi ajang yang penuh dengan kejutan. Sama seperti yang terjadi sebelumnya, 12Bet Indonesia melaporkan hal yang sama juga terjadi tahun ini. Piala Dunia 2026 kembali menjadi momen lahirnya bintang baru penuh kejutan yang nyaris belum pernah terlacak sebelumnya. Kali ini kejutan kembali hadir dalam pertandingan yang hanya berlangsung dalam 1 hari. Kali ini, Mesir kembali menjadi perhatian setelah pemain mereka, Haissem Hassan, mendapat sorotan publik berkat permainannya yang di luar kebiasaan.
Di usianya yang masih 24 tahun, pemain ini berhasil membuat pandangan semua orang yang menonton pertandingan ini terkesima. Dia menjadi sorotan publik ketika timnas Firaun nyaris menghantam mundur permainan Argentina di Piala Dunia 2026. Ketika banyak pemain takut menghadapi tim legendaris seperti Argentina, pemain Mesir ini justru menunjukkan permainan tanpa takut. Dia tidak gentar ketika dihadapkan dengan lawan-lawan yang sudah lebih dulu membangun reputasi besar selama bertahun-tahun di olahraga ini.
Legenda Liverpool, Mohamed Salah, mungkin tak bisa tergantikan peran dan namanya sebagia yang terbaik dan paling legendaris dari Mesir. Tapi dalam salah satu malam paling berkesan di sepanjang sejarah sepakbola, dunia menjadi saksi dari kemungkinan lahirnya bintang baru. Semua yang menyaksikan pertandingan ini baik secara langsung atau lewat siaran menjadi saksi kiprah cemerlang dan penuh bintang dari pemain timnas Mesir tadi.
Siapa Haissem Hassan?
Tak banyak yang mengenal Haissem Hassan sebelum pertandingan melawan Argentina di Piala Dunia 2026. Tapi bagi penggemar mereka, dia dikenal sebagai gelandang kanan dengan spesialisasi kaki kiri. Saat ini dia tergabung di Real Ovidedo, sebuah klub yang bertarung di kompetisi kasta kedua di Spanyol.
Terlahir di Perancis, pemain ini sudah memiliki catatan cukup panjang untuk membela negaranya di tingkat internasional. Sebelum terjun di tim senior, dia telah beberapa kali mengumpulkan pengalaman dengan bermain bersama timnas U17, tapi bukan bersama Mesir, melainkan Perancis. Baru kemudian ketika tiba waktu untuk bergabung dengan timnas senior, dia memilih untuk bergabung dengan negara di utara Afrika ini. Penampilannya ketika melawan Argentina baru menjadi permainan ketujuh bersama mereka. Tapi dalam periode yang sangat singkat ini, dia bisa berkembang dengan sangat signifikan. Penampilannya dalam pertandingan ini seolah menjadi batu loncatan yang sangat besar dari kemampuannya.
Perjalanannya di tingkat klub sebenarnya cukup bervariasi. Haissem Hassan mengawali perjalanan karirnya di tingkat senior dengan bergabung di Chateauroux. Setelah selesai bertugas disana, dia kemudian bergabung dengan Villarreal. Langkah berikutnya dia ambil dengan bergabung di CD Mirandes, sebelum bergabung dengan Sporting Gijon.
Angka-angka yang dia dapatkan dalam statistik sebenarnya tidak bisa dikatakan cukup untuk bisa mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia. Pemain lain dengan pengalaman yang jauh lebih banyak dan bervariasi juga masih kesulitan mendapat kesempatan penting ini. Tapi dengan 37 peratndingan di musim 2025/26 bersama negaranya membuat dia langusng mendapat kepercayaan dari pelatih mereka. Kepercayaan dia dapatkan setelah pelatih mereka menganalisis kemampuannya setelah melakukan 3 asist. Tapi kalau bicara transparan, dia belum pernah tampil dalam 3 pertandingan mereka di fase grup dalam turnamen ini.
Tapi langkah besar justru terjadi ketika mereka melawan Australia. Ketika tampil melawan timnas Kanguru, dia diberikan kesempatna lain untuk membuktikan kemampuannya. Cemerlang dalam pertandingan ini langsung membuatnya diberikan kesempatan tampil ketika mereka melangkah ke pertandingan berikutnya melawan Argentina. Di sini, dia memanfaatkan momennya dengan luar biasa dan menjadi perhatian global.
Haissem Hassan berperan dalam mendampingi lahirnya gol kedua timnas Mesir. Dia juga berulang kali bergerak langsung menghujam baris pertahanan Argentina. Dia juga menunjukkan kemampuan berlari individu yang luar biasa dari bagian belakang tanpa pendampingan dari pemain lain. Dia juga disorot karena bisa menggiring bola nyaris sepanjang seluruh lapangan, termasuk mengalahkan beberapa pemain lawan sebelum akhirnya mencetak gol. Penggemar sempat bersorak atas gol ini. Tapi rasa kecewa tak bisa dipungkiri setelah wasit menganulir sepakannya. Ketika dia kemudian ditarik keluar di menit 73, dia telah menyelesaikan 4 giringan bola. Angka ini lebih tinggi dari semua pemain lain yang bertanding di fase ini.
Momen dia ditarik dari lapangan juga bertepatan dengan timnas Mesir kehilangan sebagian besar dari ancaman mereka dalam melakukan serangan balik. Argentina akhirnya berhasil menekan mereka dengan lebih intens tanpa harus merasa khawatir dengan pemain yang sudah dikeluarkan. Kesempatan ini membuat Argentina menjalankan serangan brutal ke titik-titik rentan Mesir sebelum akhirnya memastikan diri mereka menang. Tapi sebagai catatan, ketika dipertemukan dengan sisi kiri yang menggunakan Enzo Fernandez dan Nicolas Tagliafico, pemain ini sempat nyaris tak bisa dimainkan.
Apa Langkah Liverpool Berikutnya?
Satu permainan yang luar biasa di Piala Dunia seharusnya tidak akan cukup untuk bisa meyakinkan klub besar untuk menariknya. Tapi Haissem Hassan adalah tipe pemain yang masuk dalam kebiasaan bertaruh penuh risiko yang dilakukan Liverpool. Mereka harus mempertimbangkan dengan serius fase klub setelah msa Mohamed Salah. Disini., peran pemain timnas Mesir tadi sangat penting. Dia punya kemampuan serupa dengan pemain legendaris tadi.
Dia bisa bertindak sebagai striker dengan dominan kaki kiri untuk bergerak melebar di kanan sebelum menghujam pertahanan lawan. Dia juga bisa mengombinasikan kecepatan, kendali ketat, dan hasrat tanpa takut untuk menghadapi pemain bek lawan. Kemampuan ini menjadikannya ancaman yang serius untuk lawan-lawan mereka.
Tak ada yang akan berharap kalau Haissem Hassan akan langsung menjadi penerus dari Mohamed Salah dari hanya satu pertandingan ini. Tapi pertandingannya di elvel klub menunjukkan potensi dan konsistensi yang cukup. Dia menunjukkan ada bakat besar yang bisa dikembangkan lebih jauh sebelum bisa dipertimbangkan untuk siap bermain dengan klub elite sekelas The Reds.
Tapi memang situasi ini tidak berarti kalau Liverpool harus mengabaikan kesempatan ini. Bahkan dengan Oviedo yang terdemosi, bintang timnas Mesir ini menempati peringkat 8 di La Liga untuk jumlah giringan bola terbanyak dengan 61. Angka ini menempatkannya bersaing ketat dengan Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Lamine Yamal.
Sejauh ini, dia sudah menarik perhatian dari Celtic dengan potensi transfer di 10 juta poundsterling. Angka ini relatif kecil untuk seorang pemain yang baru saja menunjukkan kemampuannya melawan juara dunia. Tapi Liverpool akan butuh lebih dari 1 gelandang baru kalau mau membangun ulang bagian depan mereka. Bahkan kalau mereka mengeluarkan dana besar di bgian depan, masih ada ruang untuk pemain lain ayng lebih terjangkau. Rekrutmen ini akan menjadi penting untuk menemukan pemain dengan profil yang bisa menggantikan Mohamed Salah.