Chelsea terus mengusahakan kemampuan terbaik mereka untuk mengatasi setiap lawan yang menghalang mereka untuk bisa mendapatkan poin maksimal. Enzo Maresca mencoba menerapkan gaya bermainnya yang diharapkan bisa memberi warna tersendiri di tengah perjuangan tim ini untuk mendapatkan hasil maksimal. Tapi semua harapan ini tidak selamanya bisa memberi jawaban sebaik yang diharapkan. Chelsea masih terus berjuang untuk bisa mendapatkan hasil yang mereka harapkan. Tapi di saat mereka masih terus meniti jalan, beberapa pemain mengutarakan pandangan mereka. Christopher Nkunku menyebut kalau dia tak bisa memberi hasil terbaik justru karena gaya bermain yang diterapkan pelatih mereka.
Christopher Nkunku Berbagi Pandangan tentang Maresca
Pemain The Blues mencoba membagikan sedikit pandangannya tentang yang sekarang sedang terjadi di Stamford Bridge. Menurut penuturan dari pemain Chelsea ini, gaya bermain yang sedang diterapkan oleh pelatih mereka sekarang mulai memberi dampak pada permainannya. Pola baru yang berlaku di Stamford Bridge sekarang mencegahnya untuk bisa bermain dengan gemilang disana.
Di usianya yang sekarang sudah 28 tahun, pemain ini akhirnya mengambil keputusan penting dalam langkah karirnya. Dia baru saja mengambil keputusan besar untuk mengakhiri periode 3 tahun sebelumnya yang dia jalani dengan perjuangan mati-matian. Dia sempat kesulitan untuk bermain dengan optimal ketika masih bergabung di Stamford Bridge dan AC Milan. Tapi sekarang dia siap untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Setelah melalui periode 3 tahun penuh perjuangan di 2 klub tadi, pemain ini akhirnya memutuskan untuk memilih tempat yang baru. Untuk tahun ini, dia memilih untuk kembali ke mantan klubnya: RB Leipzig.
Dari hari pertama bergabung dengan mereka, mantan pemain Chelsea ini langsung berjuang untuk bisa memberi kesan positif. Perjuangannya tidak sia-sia. Di hadapan penggemar RB Leipzig, mantan pemain Stamford Bridge ini sudah mencetak 1 gol untuk mereka. DIa juga terlibat dalam 2 kali melakukan asist. Total 3 gol ini dia berikan kepada mereka dari 4 pertandingan yang masuk dalam riwayat bermainnya dari awal bergabung dengan tim ini. Semuanya membuktikan kepada penggemar kalau memang Chelsea membuat kesalahan dengan tidak memberi kesempatan yang cukup baginya untuk berkembang disana. Kali ini dengan bergabung bersama RB Leipzig, dia berharap bisa menemukan kembali prestasinya yang sempat kehilangan sinarnya di Chelsea.
Serangkaian Cedera Dialami Christopher Nkunku
Tiga gol yang dia berikan kepada mereka di awal musim memang memberi pesan positif. Penggemar RB Leipzig menemukan kembali harapan dalam diri pemain ini. Tapi keterbatasan yang dia alami ketika masih di Chelsea dan AC Milan bukan suatu hal yang terjadi tanpa alasan jelas. Justru Enzo Maresca dan Mauricio Pochettino punya pertimbangan jelas untuk mengambil keputusan ini. Dua hal menjadi faktor utama waktu bermainnya di Chelsea tidak mengalami perkembangan signifikan. Sama halnya seperti di AC Milan, pemain ini terpaksa kehilangan waktu bermain karena mengalami beberapa cedera. Dia juga tak bisa memberikan dampak maksimal ketika bermain karena beberapa kali ditugaskan untuk mengisi bagian yang kurang dia kuasai.
Memang dua keterbatasan ini tak langsung memangkas habis kemampuannya untuk bermain. Pemain asal Perancis ini sebenarnya masih bisa membuktikan ada potensi besar dalam dirinya yang siap untuk diasah. Pemain ini masih bisa mendapat 62 kesempatan tampil bersama Chelsea di Liga Inggris. Dalam pertandingan itu, dia sudah memberikan mereka 18 gol diikuti dengan 4 asisst. Sementara kalau dihitung dari 2 musim yang dilakoninya di Liga Inggris, pemain ini sudah mencetak 5 gol bagi mereka, belum termasuk dengan 2 asist yang diberikannya untuk menambah keunggulan tim ini.
Gaya Bermain Maresca Berdampak Negatif
Beberapa media di Inggris mencoba menggali lebih dalam tentang yang sebenarnya terjadi di Stamford Bridge. Untuk mencegah penggemarnya larut dalam rasa penasaran yang tidak berujung, Christopher Nkunku menegaskan satu hal penting. Dia mengunkap kalau gaya bermain yang diterapkan Enzo Maresca mencegahnya untuk bisa bermain dengan optimal. Gaya bermain yang dibawa pelatih baru mereka membuatnya tidak bisa mendapatkan kebebasan dalam bermain. Padahal sebelumnya justru kebebasan ini yang menjadi salah satu tonggak penting yang mendukungnya untuk bisa terus mencetak gol dan melakuakn asist.
Meski demikian, pemain yang kini sudah meninggalkan masa-masanya di Chelsea ini mengatakan kalau dia tidak ingin mengeluh dan dia juga tidak mengeluh ketika menyampaikan pernyataan tadi. DIa hanya mengatakan kalau sebenarnya dia bisa melakukan hal yang lebih baik. Menurutnya, Chelsea adalah sebuah klub yang mendorong pemain mereka untuk tetap berada dalam posisi masing-masing. Misalnya jika seorang diberikan tugas sebagai pemain sayap, maka pemain tersebut harus tetap berada di posisinya dan hanya meladeni duel satu lawan satu dengan pemain lawan.
Setelah mengawali karir barunya di RB Leipzig, Christopher Nkunku juga mengungkap kalau Enzo Maresca adalah tipe pelatih yang memiliki sistem yang membatasi setiap pemain untuk hanya bisa bermain dari satu posisi tertentu. Tapi di beberapa pertandingan, dia juga sebenarnay sempat menempatkan pemain tertentu di posisi yang seharusnya menjadi miliknya atau juga memindahkannya ke posisi lain. Jadi memang keputusan seperti ini yang menurutnya harus dia hormati. Tapi yang jelas, dia menyampaikan kepada penggemar, kalau sebenarnya dia bisa saja bermain dari posisi yang lain. Tapi pada akhirnya dia menyadari kalau semua keputusan akan bergantung pada pelatih. Enzo Maresca adalah sosok yang dipilih untuk menjalankan tugas penting ini dan dia yang harus mengambil keputusan.
Kalau bicara tentang RB Leipzig, mantan pemain Chelsea ini bukan nama yang asing bagi mereka. Dia sudah sempat bermain bersama tim ini dalam beberapa musim. Dengan pengalaman banyak seperti ini, wajar kalau kemudian dia berharap untuk bisa mendapat kesempatan untuk bergabung di klub yang lebih besar. Dia berharap bisa mendapat tantangan yang lebih besar disana untuk mengembangkan karir.
Tapi pada akhirnya dia harus berhadapan dengan kenyataan. Dia memilih untuk kembali ke Jerman. Dia tahu kalau Jerman sejauh ini adalah tempat terbaik baginya untuk bisa mengasah dan menjaga karirnya dalam sepakbola. Jerman kembali menjadi tempat yang dia pilih meski pemain ini sudah mencetak 26 gol dan memberi 8 asist dalam total 97 pertandingan kalau menghitung masa tugasnya di Chelsea dan AC Milan. Pencapaian yang dia dapatkan ini sebenarnya tidak bisa dikatakan kecil. Tapi memang kesempatan bermain yang minim dari kedua klub tadi membuatnya percaya kalau ada klub lain yang bisa memberi waktu lebih baik.
Ada juga pertanyaan lain yang masih harus dijawab pemain ini. Masih ada kekhawatiran kalau bisa saja karirnya mandek kalau dia mengalami cedera. Masalah cedera membuatnya tak bisa optimal bermain di 2 klub sebelumnya. Banyak yang penasaran kalau seandainya cedera ini tidak terjadi atau hanya sebatas cedera ringan, mungkin dirinya masih bertahan di Chelsea atau Stamford Bridge.
Tapi sekarang situasinya sudah berubah. Sekarang dia telah mendapatkan peran di tim senior. Dia mendapatkan perang penting dalam klub yang juga menganggapnya sebagai legenda. Di samping itu, dia juga memiliki peran di luar lapangan untuk membantu para pemain muda mereka untuk mengukir prestasi di RB Leipzig.