Arsenal Mungkin Akan Hentikan Transfer Bruno Guimaraes

Arsenal mengakhiri Liga Inggris musim 2025/26 dengan cukup baik. Penantian panjang selama 22 tahun akhirnya bisa mereka selesaikan. Penggemar langsung bersorak sorai ketika Pep Guardiola dan pemainnya di Manchester City dipastikan kalah, memastikan kemenangan bagi The Gunners. Tapi tak semua orang merasa puas. Kalah di Piala FA dan Liga Champions seharusnya bisa mereka hindari kalau benar-benar kemenangan di Liga Inggris murni karena keunggulan merkea. Hasil yang tak konsisten menimbulkan tekanan kuat kepada Arsenal untuk bisa mencari solusinya di bursa. Sebelum bursa dimulai, The Gunners menunjukkan harapannya untuk bisa menggaet Bruno Guimaraes. Tapi sekarang ustru pemain ini mungkin tak akan lagi mereka kejar.

Arsenal Ubah Sikap tentang Bruno Guimaraes

Nama Bruno Guimaraes sempat muncul sebagai salah satu nama yang sedang diincar oleh Arsenal di musim panas pada tahun ini. Tapi sepertinya rencana ini tidak berjalan dengan lancar. Arsenal sudah berulang kali berusaha untuk melakukan negosiasi dengan memberikan penawaran yang menurut mereka pantas. Tapi klub dari sisi seberang punya anggapan berbeda. Semua tindakan yang dilakukan The Gunners tidak pernah bisa memenuhi hasrat mereka. Pendirian dan anggapan dua klub tentang pemain ini tidak bisa beretemu. Selisih pendapat yang terlalu jauh berbeda tentang nilail dan kualitas pemain ini membuat sulit bagi Arsenal untuk meyakinkan klub seberang untuk menerima penawaran mereka.

Bahkan sebelum penampilannya yang luar biasa ketika membela tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026, Mikel Arteta sudah paham tentang kemampuan pemain ini. Dari beberapa tahun yang lalu, dia paham kalau pemain in punya kemampuan dan potensi yang luar biasa. Dari pengamatan yang mereka lakukan untuk waktu yang cukup lama, MIkelA rteta paham kalau pemain ini tergolong gelandang yang bisa melakukan perubahan signifikan dalam skuadnya. Dia adalah pemain yang mereka butuhkan untuk mengatasi masalah menahun di bagian tengah. Arteta terutama membutuhkan bantuannya untuk bisa membantu mereka meningkatkan kendali atas bola dalam pertandingan.

Bagian ini memang belakangan cukup banyak disorot pengamat. Arsenal bisa saja menjuarai Liga Inggris. Tapi kalah dalam Piala FA saja membuktikan kalau kemenangan mereka di Liga Inggris sepertinya tidak berjalan selaras dengan kemampuan mereka. Setelah ditelusuri, bagian tengah mereka menjadi biang kerok dari semuanya. Seperti yang terjadi di beberapa klub lain, bagian ini menjadi perhatian serius dari Mikel Arteta. Perubahan signifikan harus mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah ini agar bisa menjadi modal penting ketika menghadapi musim yang baru.

Arsenal punya harapan besar untuk bisa meyakinkan klub seberang tempat Bruno Guimaraes bergabung untuk bisa memberikan lampu hijau. Mereka dari awal langsung mengamankan dana yang dinilai pantas untuk diberikan kepada seorang pemain dengan kemampuan yang dia miliki. Dana 50 juta poundsterling mereka siapkan untuk pemain ini. Tapi ketika mereka mencoba menyampaikannya, upaya ini langsung ditolak. The Gunners sempat beberapa kali mencoba datang dengan penawaran yang lebih baik dan juga ketentuan tambahan seperti bonus, gaji mingguan dan lain sebagainya, tapi penddirian Newcastle United tentang pemain mereka tak berubah sedikitpun.

Penawaran Arsenal Ditolak

Selama Piala Dunia 2026, Arsenal sebenarnya berusaha untuk bisa memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki. Tercatat ada paling tidak 2 upaya yang mereka lakukan untuk bisa mengamankan kehadiran pemain ini ke tengah-tengah mereka. Tapi tidak ada satu pun dari dua penawaran ini yang berhasil meyakinkan Newcastle United untuk mengubah pendirian mereka. Sejauh yang kami ketahui, Arsenal sempat memperbaiki penawarannya sampai menyentuh 65 juta poundsterling di upaya kedua. Tapi angka ini menurut Newcastle United masih jauh dair angka yang mereka harapkan dari nilai terhadap pemain ini. Mereka beranggapan kalau pemain ini punya nilai yang jauh lebih tinggi karena peran penting yang mereka berikan kepadanya dalam setiap pertandingan.

Sebenarnya, Newcastle United tidak tinggal diam. Mereka sudah memberi petunjuk penting kepada Mikel Arteta. Mereka menyebut kalau pemain ini bernilai paling tidak 93 juta poundsterling. Tapi upaya berulang dengan angka tidak sesuai yang dilakukan The Gunners membuat klub ini tak mau ambil pusing dengan upaya yang dilakukan Arteta. Pandangan ini sebenarnya berseberangan dengan Bruno Guimaraes. Dalam beberapa kesempatan, dia sempat memberi petunjuk tentang tim yang akan dia pilih ketika diberi kesempatan pergi di musim panas. Mereka yang pernah mengamai pergerakan Newcastle United pasti paham dengan situasi ini. Mereka pernah melakukannya ketika berurusan dengan Alexander Isak di musim panas tahun lalu.

Striker asa Swedia ini melakukan pergerakan cepat untuk pindah ke tempat baru. Newcastle United tetap berpegang teguh di angka 127 juta poundsterling sebelum akhirnya Liverpool memilih menyerah dan mengikuti permintaan ini. Tapi sayangnya, sikap keras hati Newcastle United justru menjadi bumerang. Harapan Liverpool untuk melihat investasi besar mereka terbayar segera justru harus terhenti. Debut pertama Alexander Isak di Anfield harus ternodai dengan masalah cedera dan kinerjanya yang dibawah harapan.

Dengan Sandro Tonali yang akan bergabung dengan Tottenham dan Anthony Gordon yang memilih untuk bergabung ke Baracelona dengan kesepakatan yang mencapai angka 165 juta poundsterling bagi Magpies, situasi Newcastle sebenarnya sudah sama sekali berbeda. Mereka tidak sedang dalam berada tekanan intens untuk melepaskan pemain ini. Mereka tak akan mau menerima permintaan yang jauh lebih rendah dari angka yang mereka patok.

Sikap Arsenal Setelah Berhenti dengan Bruno Guimaraes

Di mata publik, Bruno Guimaraes meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan hasil beragam. Bersama Vinicius Jr.m dia menajdi salah satu pemain timnas Brasil yang sangat mencolok. Empat assist di turnamen ini menjadikannya di atas Michael Olise dalam segi peringkat pemain. Tapi dia masih akan dikenang sebagai pemain timnas Braisl terutama karena penalti yang gagal dia eksekusi di menit-menit pembuka ketika merkea melawan Norwegia. Penyelamatan yang dilakukan kiper gawang membantu timnas Norwegia untuk membangun kepercayaan diri mereka sebelum akhirnya berujung pada 2 gol hasil serangan mematikan dari Erling Haaland.

Di usia 28 tahun, pemain Brasil ini masih tetap memainkan peran sentral dalam permainan Carlo Ancelotti untuk turnamen-turnamen mereka berikutnya di level internasional, termasuk Piala Dunia berikutnya. Dengan Casemiro yang telah menjalani Piala Dunia terakhirnya untuk Brasil, pemain ini diperkirakan akan meneruskan tugas ini di bawah arahan dari pelatih kelahiran Italia tadi. Sementara di tingkat klub, Arsenal saat ini sedang mempertimbangkan alternatif mereka. Ayyoub Bouaddi, pemain mentereng dari timnas Maroko di Piala Dunia 2026, samapi sekarang masih menjadi nama yang serius mereka pelajari. Tak seperti pemain Newcastle United tadi, pemain berusia 18 tahun ini kemungkinan akan menarik kompetisi yang jauh lebih ramai dengan melibatkan beberapa klub di beberapa minggu ke depan.