Alasan Timnas Inggris Bisa Terganjal di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari Piala Dunia 2026. Pertandingan antara timnas Inggris dan Ghana seharusnya berjalan dengan cukup mudah. Sebagai salah satu kandidat untuk menjadi juara di turnamen ini, semua pengalaman mereka di Piala Dunia sebelumnya dan pemain kelas elite seharusnya bisa membantu negara ini dengan mudah untuk mengatasi lawan mereka. Tapi negara sekelas Ghana dengan pengalaman yang jauh lebih minim di turnamen ini justru tampil sebagai kuda hitam. Mereka berhasil menahan langkah timnas negara Tiga Singa. Hasil 0-0 ketika pertandingan berakhir memberi pesan penting untuk penggemar dari kedua negara. Tapi khusus untuk Harry Kane dkk., ada dua alasan di balik masalah fundamental yang mereka hadapi. Tapi tak semuanya harus mereka sikapi dengan negatif.

Pil Pahit untuk Timnas Inggris

Harry Kane dkk. harus menghadapi kenyataan pahit. Perjalanan timnas Inggris masuk dalam sorotan publik setelah mereka secara mengejutkan ditahan imbang oleh lawannya di Grup L. Ghana yang seharusnya menjadi lawan yang mudah bagi mereka justru berhasil menahan langkah mereka setelah mengakhiri pertandingan penting ini dengan skor 0-0 alias tanpa gol. Pertandingan ini semakin mendapat sorotan pengamat karena satu hal penting. Skuad Thomas Tuchel yang seharusnya bisa bermain dengan dominan atas lawan mereka justru terlihat harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan peluang untuk mencetak gol dalma pertandingan di Stadion Boston pada hari Selasa yang lalu.

Dari penuturan link alternatif 12Bet, yang terjadi dalam pertandingan ini justru mengejutkan. Pemain Thomas Tuchel turun menghadapi lawan yang langsung mengerahkan pertahanan solid dari menit pertama. Bukannya bergerak untuk mengancam permainan merkea., Ghana justru langsung membangun pertahanan yang seolah tanpa celah dari menit pertama. Kondisi ini memaksa pemain Thomas Tuchel untuk mencari celah agar mereka bisa selangkah lebih dekat ke gawang lawan.

Timnas Inggris Gagal Runtuhkan Pertahanan Ghana

Pertandingan ini sekali lagi seharusnya bisa dikuasai timnas Inggris dengan baik. Apalagi mereka bermain dengan cukup menjanjikan dari awal. Statistik pertandingan menunjukkan kalau mereka mencapai penguasaan bola di angka 78,8%. Angka ini menjadi penguasaan bola tertinggi dalam sepanjang Piala Dunia 2026 yang tidak disertai dengan satu gol pun. Penggemar jelas merasa kecewa. Meski diperkuat oleh pemain dengan pengalaman segudang termasuk dari Piala Dunia sebelumnya, mereka masih gagal mematahkan pertahanan kuat yang dibangun pemain dan penjaga gawang dari Ghana. Bahkan kalau melihat lebih jauh dari statistik pertandingan, pemain Thomas Tuchel gagal untuk melakukan serangan yang secara akurat menyasar gawang dari lawan mereka.

Sorotan kepada permainan mereka semakin tajam terutama ketika permainan mereka dibedah lebih dalam. Satu-satunya kesempatan besar yang didapatkan tim ini dilakukan oleh Harry Kane. Tapi pencetak gol terbanyak dalam sejarah mereka ini hanya bisa melesatkan serangan yang tidak mengancam sama sekali. Melihat pertandingan ini, kami mencoba memberikan paling tidak 2 alasan yang bisa menjadi masalah serius kalau tidak diperbaiki oleh Thomas Tuchel. Tapi alasan ini juga bisa menjadi modal bagi mereka untuk melangkah jauh dalam turnamen ini.

Bergantung pada Peran Harry Kane

Karakteristik penentu dalam pertandingan di hari Selasa tadi adalah kegagalan timnas Inggris untuk menciptakan peluang ketika berhadapan dengan lawan yang punya pertahanan solid. Sebenarnya, kegagalan ini bukan hal baru. Pertimbangan dan keputusan Thomas Tuchel dalam membangun skuad untuk Piala Dunia 2026 memang dari awal mendapat sorotan. Banyak orang tidak puas ketika dia memilih untuk tidak memanggil pemain sekelas Trent Alexander-Arnold, Cole Palmler, sampai Adam Wharton. Nama ketiga pemain elite ini tidak terpantau dalam daftar akhir 26 pemain yang mereka boyong ke kawasan Amerika Utara.

Timnas Tiga Singa sempat menunjukkan harapan di Piala Dunia 2026 ketika mereka menjalani laga pembuka melawan Kroasia. Mereka dipuji karena bisa bermain dengan apik melawan Kroaisa yang tampil dengan gaya bermain lebih ekspansif daripada Ghana. Dalam pertandingan ini, mereka mengandalkan keunggulan postur fisik dan irama untuk mengungguli lawan mereka terutama ketika sedang berhadapan dengan serangan balik.

Hanya saja, ketika dihadapkan dengan timnas Ghana yang tidak meninggalkan mereka dengan celah yang bisa dimanfaatkan, timnas Inggris gagal untuk tampil dengan gemilang. Mereka justru bermain tanpa kehadiran seorang pengumpan yang handal di sisi melebar. Skuad Thoms Tuchel seharusnya bisa melangkah ke babak 32 besar dengan 4 poin yang mereka sudah dapatkan sejauh ini. Tapi kalau mempertimbangkan perbedan kualitas antara tim ini, Panama mungkin akan mencoba untuk menerapkan kembali gaya bermain Ghana yang terbukti bisa menghalau permainan mereka. Kalau benar, ini akan menjadi ancaman serius ketika tim ini berhara bisa memanfaatkan pertandingan terakhir mereka di fase grup.

Memang sampai saat ini, masih perlu dilihat apakah perjuangan yang ditampilkan timnas Inggris di fase hari Selasa kemarin hanya anomali dari kebiasaan mereka. Tapi hal ini juga harus menimbulkan pertanyaan kalau tim ini bisa jadi punya kelemahan serius. Kelemahan ini bisa menjadi celah yang dapat dimanfaatkan lawan-lawan mereka di kemudian hari. Bagi mereka, seharusnya pertandingan melawan Ghana ini menjadi kesempatan istimewa untuk membuktikan masalah ini tidak akan berkembang melebihi yang sudah terjadi sekarang.

Pengalaman Harus Jadi Modal Terbaik Timnas Inggris

Tak bisa disangkal lagi kalau Harry Kane tetap menjadi ujung tombak bagi mereka. Dia sudah mencetak 81 gol bagi mereka dalam 116 pertandingan, setara dengan 2 gol dalam 3 pertandingan bagi negara asalnya. Untuk tahun ini, dia menghadapi Piala Dunia 2026 dengan catatan 61 gol bagi Bayern Munich. Dengan gol sebanyak ini, sangat wajar kalau penggemar berharap untuk bisa mendapatkan hasil serupa dari permainannya.

Dengan kata lain, penggemar jelas merasa kecewa ketika pemain berusia 32 tahun ini melewatkan peluang emas untuk bisa memenangkan pertandiingan pada hari Selasa tadi. Tendangan yang seharusnya berbuah dengan gol hanya bisa melewati bagian atas mistar gawang. Tendangan ini menjadi harapan terakhir dari mereka di tengah harapan penggemar untuk bisa melihat gol lahir dari serangan jarak dekat, ketika pertandingan akan sgera berakhir.

Sebenarnya wajar bahkan untuk penyerang terbaik di dunia untuk gagal melakukan serangan mereka. Tapi kalau mengingat kapten timnas Inggris ini juga gagal dalam upaya penalti pertamanya dalam pertandingan melawan Kroasia, muncul pertanyaan tentang kemampuannya untuk bisa memberikan hasil di momen penting. Di samping itu, publik juga teringat dengan fakta kalau kapten mereka telah berada di pusat kritik di masa lalu. Barangkali kegagalan yang paling diingat publik adalah ketika dia gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam perempat final di Piala Dunia 2022. Akibatnya merkea waktu itu harus kalah 1-2 dari Perancis. Gagal mencetak gol di minggu ini memberi dampak bagi permainan mereka di turnamen ini. Tapi striker ini akan kembali berharap kalau polanya yang gagal di bawah tekanan tinggi tidak akan berlanjut di fase berikutnya.

Atas semua kekhawatiran tadi, timnas Inggris sebenarnya telah berada di situasi ini berulang kali dalam beberapa tahun terakhir. Tapi mereka masih bisa mendapatkan hasil yang baik. Dalam setiap dari 4 turnamen terakhir mereka, negara ini masih berhasil melalui fase grup dengan cukup baik. Secara realistis, 4 poin yang mereka dapatkan saat ini seharusnya cukup untuk membuat mereka lolos ke fase berikutnya di 32 besar. Bahkan sampai saat ini mereka masih menyandang harapan sebagai kandidat juara. Kalau saja mereka bisa mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun terakhir, maka hasil imbang dari Ghana tidak akan terlalu dipermasalahkan publik.